Cacar Air?!? Tolong..

Sekarang ini gw lagi di Sulawesi Selatan, lagi mudik buat lebaran.. sebenernya sih ga buat mudik aja.. di Jakarta, ade gw yang cwe dan cwo lagi kena cacar air, cacar air baru kali ini masuk ke keluarga gw dan gw satu – satunya yang belom pernah kena penyakit ini.. Jadi untuk tujuan menghindar dari cacar air di rumah, maka gw memutuskan untuk mudik ke kampung di Sulawesi Selatan.. Eeeee,,,, siapa yang tau, ternyata disini lagi pada kena cacar air, bahkan lebih banyak TIGA kali lipat dari pada di rumah gw.. mau ga mau gw pasrah dah kena ato engga.. padahal bentar lagi mau uts..

Nah, ini ada sedikit informasi tentang penyakit ini, informasi ini gw dapet sejak pertama ade gw kena cacar air, gw langsung baca – baca berita di internet, buku, dll tentang penyakit ini. Sekarang ini emang penyakit ini sedang mewabah, ga di sini, di sana, dimana – mana cacar air lagi muncul.. Penyakit Cacar Air ini klo kita telusuri lagi, penyakit ini mudah sekali menular. Orang yang kena penyakit ini, awalnya akan merasa pusing, badannya terasa panas, ada juga yang pilek, ada juga yang batuk, setelah itu akan terlihat dikulit kemerahan seperti digigit nyamuk, kemudian kemerahan tersebut menjadi vesikel (bintil merah) dan berair di dalamnya. Virus pembawa penyakit ini ialah Virus Varicella Zoster. Penularan penyakit ini bisa melalui 2 cara yaitu:

·         Bersentuhan langsung dengan si penderita yaitu ketika seseorang tersentuh oleh kulit si penderita ketika masih mengandung air, virus tersebut akan masuk ke dalam tubuh melalui pori – pori kulit sehingga menyebabkan orang tersebut tertular. Demikian juga oleh benda – benda yang dipakai oleh si penderita seperti alat untuk tidur (bantal, guling, seprai, selimut), dan juga benda – benda lain yang sering digunakan oleh si penderita.

·         Melalui udara, penyakit ini dapat menular melalui udara yaitu ketika orang lain menghirup udara yang mengandung virus ini. Contohnya adalah ketika orang lain yang belum terkena penyakit ini berbicara terlalu dekat dengan si penderita, maka secara tidak sadar udara tersebut akan terhirup dan mungkin akan tertular. Selain itu, bersin dan batuk penderita yang menyebabkan virus terbang bebas di udara juga dapat membuat orang lain tertular. Melalui udara ketika dalam masa pengeringan juga bisa menularkan. Ketika bintil merah telah kering dan kemudian bekas bintil mengelupas karena kering, virus tersebut terbawa udara dan kemudian akan terbang bebas dan menyerang orang lain sehingga orang lain dapat tertular.

Jika orang telah terkena penyakit ini, maka ia harus di inkubasi alias di isolasi selama kurang lebih 14 – 21 hari. Penderita sebenarnya bisa bermain keluar walaupun terkena penyakit ini, tetapi tetap saja ini dapat membahayakan bagi orang lain karena bisa menyebabkan orang lain tertular. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tetapi sekarang banyak menyerang orang dewasa dan cenderung lebih berat. Ini beberapa informasi http://www.info-sehat.com tentang hal – hal yang perlu dilakukan ketika seseorang terkena cacar air.

  1. Lebih baik jika perawatan anak dilakukan oleh orang yang sudah pernah terjangkit cacar. Karena biasanya orang yang sudah pernah terkena penyakit ini akan kebal.
  2. Untuk anggota keluarga yang belum terkena cacar, sebaiknya jangan terlalu dekat dengan anak, agar tidak menghirup nafasnya.
  3. Pisahkan barang-barang yang digunakan, seperti baju, handuk, peralatan makan, dan lain-lain. Bersihkan peralatan tersebut secara terpisah. Tempatkan pula anak dalam tempat tidur terpisah, dang anti seprai setiap hari.
  4. Jaga kualitas dan kuantitas makanan anak. Berikan makanan yang mengandung banyak zat yang diperlukan tubuh.
  5. Istirahat yang cukup. Jangan biarkan anak keluar bermain sementara bintil cacar masih terus tumbuh.
  6. Minta kepada anak untuk tidak menggaruk bintil yang gatal. Potong kukunya atau pakaikan sarung tangan untuk mengurangi akibat garukan. Cairan yang terdapat di dalam bintil bersifat menular. Dan jika terjadi infeksi luka maka penyembuhannya akan lebih sulit, juga meninggalkan bekas (kropeng).
  7. Oleskan obat gatal, seperti bedak calamine untuk mengurangi gatal dan mempercepat proses pengeringan luka.
  8. Mandikan anak dengan antiseptik, dan pergunakan baju yang berbeda setiap harinya.
  9. Perhatikan kondisi dan suhu tubuh anak setiap hari. Bila perlu, berikan anak obat untuk meredakan demam yang dideritanya.
  10. Waspada akan keadaan darurat. Segeralah ke dokter bila bintil / vesikel terinfeksi kuman, misalnya berwarna merah, bengkak, dan bernanah. Dan juga bila anak menderita demam tinggi, sakit kepala, muntah, gatal yang tidak hilang-hilang, saat bintil-bintil telah menyebar ke seluruh tubuh dan keadaan anak sudah membaik.

Beberapa orang menganggap bahwa jika terserang cacar air maka penderita tidak boleh terkena air seperti mandi misalnya. Hal ini sangat salah karena walaupun sakit cacar air, penderita harus mandi untuk menjaga kebersihan badan agar bakteri tumbuh dan kemudian mudah menyebar atau aktif menyebar. Tentu saja mandinya juga tidak memakai air yang biasanya tetapi air tersebut adalah air yang mengandung zat – zat pembunuh bakteri.

1 Response so far »

  1. 1

    citra said,

    aduh komen km lucu banget deh!!!!!!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: