Archive for Desember, 2008

I b u . .

Cucianmu sudah ibu cuci, Ni! Kata ibuku ketika aku baru saja sampai di rumah. Aku segera beranjak memasuki kamarku dan melihat tempat cucian kotorku sudah kosong. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa mencuci baju-baju kotorku. Ibu tahu, kamu pasti lelah. Aku hanya bisa tersenyum memandangi wajah renta ibuku.Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga. Bukan berarti kami malas mengerjakannya tapi karena ibuku punya kebiasaan unik yaitu tidak bisa melihat barang-barang kotor. Tangannya langsung bergerak membereskan apa saja yang tidak sedap dipandang.

 

Apa ibu nggak cape jika tiap hari selalu beres-beres, aku menggaji orang saja ya biar ibu bisa istirahat kataku suatu hari. Ibu memandangku, Kamu nggak suka ya kalau bajumu ibu cucikan. Aku sayang sama ibu, aku nggak tega melihat ibu bekerja keras tiap hari, aku berusaha membujuknya untuk menerima saranku. Ibu senang kalau diusia ibu sekarang, ibu masih mampu mengurusmu, mencucikan pakaianmu dan adikmu atau menyiapkan sarapanmu tiap pagi. Yah..aku tak pernah lupa, jika hari libur kantorku hari sabtu dan minggu, ibu selalu menyiapkan nasi goreng dan cumi goreng tepung kesukaanku.

 

Aku ingat sebuah pepatah “Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu”. Aku termenung sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya. Pernah suatu kali, aku membelikan pakaian untuknya, tapi ibuku malah balik bertanya “Kamu sendiri beli nggak?” Kalau kamu nggak beli, baju ini untuk kamu saja. Baju ibu masih banyak kok, ibuku tak mau menerima. Esoknya aku beli baju lagi agar ibu mau menerima pemberianku.

 

Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil kata beliau suatu kali ketika aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. Melihat kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu .Aku teringat kakak-kakaku, alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku yang masih kuliah.

 

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita. Ya Allah , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa.

Amien . . .

 

Untuk Ibunda tercinta, I always love you.

 

Iklan

Comments (5) »

7 Kebiasaan Orang Kreatif

Di bawah ini adalah 7 kebiasaan yang dimiliki oleh orang kreatif pada umumnya menurut Edy Zaques.

Bersikap Terbuka

Satu kebiasaan utama orang kreatif adalah pada sikapnya yang terbuka terhadap segala macam ide, gagasan, dan pemikiran, mulai dari yang lurus-lurus saja sampai yang tergolong kontroversial. Ini bertolak belakang dengan kecenderungan kebanyakan orang yang hanya menerima hal yang disukai, diinginkan, dan tidak bertentangan dengan dirinya. Bagi orang kreatif, sesuatu yang lain daripada yang lain, yang baru, yang menantang, yang sekilas nampak tidak masuk akal, yang mengandung misteri, atau segala sesuatu yang begitu mengusik rasa ingin tahunya, merupakan menu menggairahkan yang setiap waktu emenuhi perhatiannya. Kebiasaan inilah yang mengondisikan pikiran orang-orang kreatif selalu dalam keadaan terbuka, peka, dan siap menerima hal baru. Kebiasaan ini memudahkan mereka beradaptasi dan merespon secara positif (positive thinking) berbagai bentuk perubahan di sekelilingnya. Inilah kelebihan orang-orang kreatif sehingga banyak perubahan, penemuan teknologi baru, atau karya-karya spektakuler yang muncul dari proses kreatif mereka.Hampir semua perubahan besar dan strategis menuntut pergeseran-pergeseran atau bahkan pembalikan atas paradigma lama. Hanya dengan paradigma yang terbuka saja maka perubahan-perubahan besar bisa terjadi. Dalam dunia pemasaran pun, perubahan-perubahan radikal hanya bisa disuguhkan oleh perusahaan – perusahaan yang memberi peran penting kepada orang-orang kreatif.

 

Berani Mencoba

Tak ada yang bisa menandingi keberanian orang-orang kreatif dalam bereksperimen dengan hal-hal baru, bahkan yang asing atau nampak tidak masuk akal. Sejalan dengan sikapnya yang terbuka dan hasrat ingin tahunya yang besar, orang kreatif selalu mencoba banyak hal baru. Orang kreatif sama saja dengan kebanyakan orang yang memiliki rasa takut terhadap hal – hal tertentu yang tidak sepenuhnya dia kenal. Yang membedakan dia dengan orang kebanyakan hanyalah pada tingkat keberaniannya untuk mencoba. Dengan mencoba orang kreatif menemukan banyak hal baru, memecahkan teka-teki atau misteri yang membuatnya penasaran, dan tentu saja memuaskan hasrat ingin tahunya yang begitu besar. Pengalaman mencoba adalah sesuatu yang sangat bernilai bagi orang kreatif. Ini membawanya kepada kebiasaan berikutnya yang tak kalah pentingnya; menyukai tantangan.

 

Menyukai Tantangan

Jika ditanya hal apa yang bisa begitu menggerakkan orang-orang kreatif menuju karya-karya spektakulernya, jangan heran kalau jawabannya adalah tantangan. Orang-orang kreatif adalah para master dalam membangkitkan antusiasme dan motivasi berkreasi dari dalam maupun dari luar. Ia bisa menciptakan tantangan-tantangan pribadi dan merespon secara kuat tantangan dari luar. Tantangan selalu mengusik, mengganggu, bahkan menghantui orang kreatif. Pada saat yang sama, tantangan menjadi sumber energi yang luar biasa yang memacunya untuk berani menghadapi, bahkan mengalahkan tantangan tersebut. Jadi, tantangan menjadi bagian dari aktualisasi diri orang-orang kreatif. Menyongsong tantangan selalu berarti kesempatan untuk meneguhkan jatidirinya. Sementara menghindari atau melewatkan tantangan selalu berarti mengeroposkan pondasi keyakinan diri dan eksistensinya. Maka jangan heran jika catatan rekor dunia dipenuhi oleh aksi-aksi ekstrim dan spektakuler dari orang-orang kreatif ini.

 

Mengolah

Hati-hati memberi perintah kepada orang kreatif. Jika perintah Anda tidak detail atau tanpa rambu-rambu yang jelas, bisa-bisa Anda jadi gemas dengan cara dia menggocek sana-sini untuk mencapai tujuan sesuai seleranya. Jangan berharap orang kreatif rela membiarkan sesuatu berjalan atau dalam keadaan seperti yang sudah-sudah, apa adanya, biasa-biasa saja, dan memuaskan orang-orang konservatif. Sebab itu jangan heran jika melihatnya sering sibuk menambah, mengurangi, membagi, memperkecil, memperbesar, memadukan, memoles, atau sedang menjungkirbalikkan dalil-dalil konvensional. Orang-orang kreatif sangat ahli dalam menyiasati berbagai bentuk aral eksternal. Mereka juga cenderung independen dalam melakukan aktivitasnya dan selalu memasukkan roh ‘kepribadiannya’ dalam proses tersebut. Proses kreatif dan merambah ke segala bentuk proses bagi orang kreatif berarti proses aktulaisasi diri. Dia selalu tertantang untuk mengolah aspek internal dan eksternal demi mencapai hasil yang menurut perkiraan dan imajinasinya lebih baik, bernilai, unik, dan lebih bercita-rasa.

 

Imajinatif

Jika Anda melarang orang-orang kreatif berimajinasi, maka Anda seperti melempar mereka ke tengah-tengah gurun yang panas terik gersang meradang nan kerontang tanpa setetes air pun. Berlebihan! Imajinasi adalah karunia ilahi yang dasyat yang hanya dihadiahkan Tuhan YME kepada mahkluk kesayangannya, yaitu umat manusia. Imajinasi adalah nafasnya kreatifitas. Tanpa imajinasi tidak ada kreatifitas. Dengan imajinasinya orang-orang kreatif mampu menciptakan dunia yang tak terbatasi oleh dimensi waktu; masa lalu, masa kini, masa mendatang, atau masa yang hingga kini belum terdefinisikan. Orang kreatif terbilang memanjakan imajinasinya, sesuatu yang dia pelajari dari kebiasaan anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka. Orang kreatif cenderung terus menyegarkan imajinasinya dengan teknik-teknik, stimulan-stimulan, aktivitas, kebiasaan, bahkan ritual tertentu. Dengan kekuatan imajinasi inilah orang mendapat bahan mentah bagi proses kreatif dan hasil inovatifnya.

 

Menyukai Variasi

Orang kreatif kurang menyukai hal-hal yang sifatnya monolitik, monoton, dikotomis, hitam-putih, benar-salah, atau pengkategorian-pengkategorian yang membatasi ekspresi kreatifnya. Sebaliknya mereka terbiasa untuk berpikir alternatif, menyuguhkan pilihan-pilihan, dan variasi. Banyak hal terasa begitu cepat membosankan. Namun kebosanan mereka bukanlah kebosanan sederhana, kebosanan yang pemecahannya tergantung pada sumber-sumber pemenuhan dari luar dirinya. Kebosanan orang kreatif adalah kebosanan yang menantang dan menggerakkan dirinya untuk menemukan hal baru, dengan mendayagunakan sumber-sumber, potensi, dan kemampuannya sendiri.

 

Bergairah

Sikap terbuka, keberanian mencoba, suka tantangan, variasi, dan memanjakan imajinasi membuat orang-orang kreatif selalu bergairah dalam segala yang dikerjakannya. Mereka seperti menikmati aliran energi kreatif sehingga nampak begitu terfokus, tak kenal lelah, suka lupa waktu, dan enggan diganggu jika berada dalam zona kreatifnya. Kebiasaan orang-orang kreatif adalah menikmati dinamika masalah atau selalu mengalahkan tantangan yang dihadapi dengan antusias dan optimis. Ini yang membuat mereka begitu kaya dengan gagasan dan produktif dalam pekerjaannya. Jangan lupa, kegairahan tersebut juga menunjukkan kemampuan mereka dalam mengalirkan energi positif kepada diri sendiri maupun orang sekitar. Sebab itulah orang-orang kreatif cenderung menikmati humor, bahkan memanfaatkannya sebagai metode – metode khusus dalam memecahkan masalah. Tak sedikit dari mereka adalah penikmat atau produsen humor yang sejati.

 

 

 

Comments (1) »

10 Sifat Paradok Mihaly

·         Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

o   Pada dasarnya orang kreatif adalah orang yang mempunyai semangat tinggi karena di dalam pikiran mereka ada sesuatu hal yang harus diselesaikan tapi mereka ingin dengan cara yang berbeda dan kreatif sehingga orang – orang akan tertarik dan itu juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka dan untuk berpikir dan menjalankan kreatif maka mereka harus berkonsentrasi dan tenang sehingga pikiran mereka dapat terfokus dan kemudian lahirlah pikiran kreatif mereka.

 

·         Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

o   Orang kreatif kadang adalah orang pintar karena orang kreatif bisa menemukan banyak cara untuk menyelesaikan dan biasanya ini tidak terpikirkan oleh orang lain sehingga mereka dianggap pintar. Misalnya pelajaran matematika, untuk mencari sisi miring dari segitiga biasanya digunakan rumus phytagoras c2 = a2 + b2. Orang kreatif akan menggunakan metode 3 4 5 karena biasanya ukuran sisi – sisi ketiga segitiga tersebut mempunyai kelipatan 3 4 5 dan juga 5 12 13. Tetapi, kadang orang kreatif memang bisa naive karena mereka dianggap pintar jadi di dalam pikiran mereka, apapun yang mereka kerjakan pasti benar sehingga mereka tidak dapat menerima masukan dari orang lain.

 

·         Creative people combine playfulness and discipline or responsibility and irresponsibility.

o   Orang kreatif memadukan playfulness dan discipline agar mereka dalam melakukan ataupun membuat suatu hal yang kreatif mereka harus senang. Oleh karena itu, dengan mereka merasakan belajar sambil bermain, pikiran mereka seolah tidak terkekang oleh satu pikiran saja tetapi bisa saja ke hal lain sehingga bisa menciptakan hal baru. Tetapi, untuk itu mereka harus tetap disiplin dimana mereka harus fokus pada satu jalan. Saya pikir, bertanggung jawabnya seseorang atau tidak sepertinya kembali ke diri orang tersebut karena mereka kebanyakan membuat hal seperti itu untuk diri mereka sendiri dan kadang hal – hal kreatif yang negatif yang dibuat oleh suatu orang dapat dicuri untuk kemudian digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab padahal orang yang menciptakannya tidak ingin menggunakannya.

 

·         Creative people alternate between imagination and fantasy and a rooted sense of reality.

o   Banyak orang berpikir bahwa suatu hal kreatif ada yang bisa diwujudkan dan ada yang tidak bisa diwujudkan. Biasanya orang kreatif menggunakan imaginasi dan fantasi mereka untuk menggabungkan suatu hal agar menjadi lebih indah dan barang ini adalah gabungan dari barang yang sudah ada sebelumnya. Misalnya seperti handphone CDMA dan GSM, pada awalnya mereka berpikir bahwa 2 hal tersebut tidak bisa disatukan. Tetapi dengan imaginasi dan fantasi akhirnya bisa diciptakan.

 

·         Creative people tend to be both extrovert and introvert.

o   Orang kreatif terkadang bisa terbuka dan tertutup karena terkadang dalam melakukan atau menciptakan hal yang kreatif mereka hanya terkonsentrasi pada suatu hal dan terkadang jika mereka senang meneliti suatu hal mereka terkadang mengacuhkan lingkungan di sekeliling mereka dan jika mereka menjadi orang yang terbuka biasanya mereka dalam melakukan kegiatan untuk menemukan atau menciptakan hal yang kreatif mereka akan mengungkapkan apa yang mereka butuhkan dan bertanya apa saja kekurangan yang masih ada dalam menciptakan hal yang kreatif.

 

·         Creative people are humble and proud at the same time.

o   Saya pikir pada poin ini kembali kepada diri orang masing – masing karena ada beberapa orang kreatif yang sombong dan ada juga yang rendah hati. Biasanya orang yang sombong ini karena menganggap hal yang ia temukan adalah hal yang paling hebat padahal mungkin masih ada lagi yang lebih kreatif dan jika mereka dipuji, mereka akan merasa makin sombong. Berbeda dengan orang yang rendah hati yaitu orang kreatif seperti ini akan memperlihatkan bahwa kekreatifan yang mereka ciptakan hanyalah segelintir hal dari hal yang lebih kreatif lagi dan jika dipuji orang, itu akan menjadi kepuasan tersendiri karena apa yang mereka kerjakan dapat menyenangi orang dan memuaskan orang lain.

 

·         Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

o   Orang yang kreatif tidak harus selalu laki – laki ataupun perempuan. Hal ini karena tidak semua laki – laki kreatif dan tidak semua perempuan juga kreatif. Hal ini karena setiap orang mempunyai pikiran yang berbeda dan keinginan yang berbeda untuk dicapai dengan cara yang lebih baik.

 

·         Creative people are both rebellious and conservative.

o   Biasanya orang kreatif cenderung agak nakal dan bandel pikirannya. Hal ini karena untuk berpikir kreatif, pikiran mereka harus menjadi liar alias “think out of the box” dan terkadang juga pikiran mereka menjadi sangat liar. Oleh karena itu, untuk meredamkan keliarannya itu, mereka juga harus konservatiif yaitu mengacu kepada pikiran yang bisa dibilang kolot yang berguna agar tidak kelewat batas dalam menciptakan hal yang kreatif.

 

·         Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well

o   Hal kreatif biasanya diciptakan orang – orang kreatif adalah hal – hal yang mereka senangi dan oleh karena itu mereka akan sangat bersemangat. Seperti contoh ada anak yang suka pelajaran matematika dan anak tersebut ingin sekali menemukan cara lain, maka anak tersebut akan sangat bersemangat akan untuk menemukan hal bari tersebut. Tetapi ketika anak tersebut menemukan cara untuk menyelesaikannya dia akan meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencoba hal baru lagi.

 

·        Creative people’s openess and sensitivty often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

o   Terkadang orang kreatif itu dalam menciptakan hal kreatif mereka dapat menyakiti diri sendiri seperti terlalu memikirkan hingga stres dan juga lupa makan. Hal ini lah yang membuat mereka tersakiti. Contoh lain adalah ia lupa makan sehingga badannya menjadi sakit.

 

 

Leave a comment »